Menapaki Pedalaman Kahaya

Travelling & Teaching kali ini bukan kali pertama bagi saya, namun semangat dan antusias saya masih sama dengan yang pertama kalinya, sebelum ke lokasi banyak hal yang telah saya siapkan dan telah tersusun rapi, mulai dari konsep teaching dan sharing ke adik-adik disana, games yang bisa menyemangati mereka hingga bantuan perlengkapan sekolah yang kami (@1000_guru Makassar) kumpulkan dari beberapa donator.

Foto Bersama Peserta dan Siswa

Memberikan Arahan Kepada Adik2

Lokasi TnT kali ini berada disebuah lembah yang dikelilingi pengunungan dimana akses transportasi kesana sangat minim, hanya sebagian kecil dari mereka yang menggunakan sepeda motor saat hendak bepergian selebihnya menggunakan kuda atau harus berjalan kaki sejauh 4 KM. Dengan kondisi seperti ini, saya berharap bisa mengambil banyak pelajaran tentang semangat mereka ditengah keterbatasannya serta ingin mencari tau arti pendidikan bagi anak-anak dan orang tua mereka di pedalaman. Pertama kali tiba disana, saya melihat kesederhanaan kehidupan di desa, terlebih saat berada di sekolah. Sekolah yang jauh berbeda dari banyak aspek dengan sekolah sekolah pada umumnya. Sekolah yang berbentuk rumah panggung dan beralas serta berdinding papan dimana setiap ruangan harus disekat agar bisa digunakan oleh dua jenjang kelas.

Ditengah keterbatasan sarana-prasarana pendidikan, adik-adik disana tetap semangat untuk belajar. Beberapa dari mereka ke sekolah tanpa mengggunakan seragam dan sepatu. Saya sempat terharu saat salah satu dari mereka bercerita tentang bagaimana mereka harus kerja membantu orangtuanya saat pulang sekolah. Bagi saya, adik-adik disana dan dipedalaman lain di Indonesia sedang “berjuang” melawan keterbatasan demi cita-cita mulia meraka.

Mendapat Arahan dari Kepala Desa

Selama disana, kami lebih banyak berinteraksi dengan siswa. Bermain, berbagi semangat, dan mengajarkan hal baru untuk menambah sedikit pengetahuan mereka tentang apa yang ada diluar daerah mereka. Kami menjadi guru sehari yang mengajarkan hal baru dengan cara baru yang seceria mungkin agar mereka bisa lebih semangat dan bersungguh-sungguh mengejar cita-cita mereka. Banyak hal positif yang bisa diperoleh dari kegiatan seperti ini, diantaranya bisa lebih mensyukuri kepunyaan kita saat ini dengan melihat keterbatasan mereka yang ada di pedalaman serta belajar tentang semangat dan kerja keras yang dilakukan oleh anak-anak dipedalaman yang membatu orang tua mereka dalam memeunuhi kebutuhan sehari-hari dimana mereka juga berusaha agar kelak bisa menjadi seperti apa yang mereka cita-citakan.

Saya berharap, pendidikan anak usia sekolah dasar di pedalaman mendapat perhatian khusus terlebih pada sarana dan prasarana penunjang proses belajar mengajar serta jumlah tenaga pendidik yang berkwalitas. Gedung sekolah yang masih terbilang kurang layak semoga bisa diperbaiki begitupun kesejahtraan tenaga pengajar yang mengabdikan hidupnya untuk mencerdasakan anak-anak pedalaman lebih diperhatikan. Terkait dengan kondisi sekolah, pemerintah seharusnya lebih memperhatikan sekolah-sekolah dipedalaman yang masih kurang layak dengan mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur yang bisa menunjang proses belajar mengajar disana. Apabila anggaran yang telah dialokasikan ternyata tidak mencukupi untukmencover pembangunan sekolah di pedalaman, pemerintah bisa saja bekerja sama dengan pihak-pihak perusahaan swasta untuk ikut membantu pembangunan sekolah di pedalaman.

Saat berkunjung ke SDN terpencil No.350 Kahaya, selain berbagi keceriaan dengan adik-adik disana, kami juga membagikan beberapa bantuan untuk 111 siswa berupa Seragam, Tas, Atk dan Makanan ringan yang berhasil kami kumpulkan dari beberapa donator seperti Hansaplas, Yayasan Kalla, Telkomsel, Pemerinah Kota Makassar, serta Donasi masing-masing peserta yang ikut berpartisipasi saat itu.

Travelling & Teaching kali ini sangat berkesan, karena kami harus berjalan kaki melewati jalan yang menanjak serta berbatu. Namun yang paling berkesan adalahh saat kami berbaur dengan semua peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang profesi dan pendidikan yang berbeda-beda. Kami merasa dipertemukan oleh semangat dan tujuan yang sama untuk ikut menyaksikan dan sedikit memberi tindakan nyata untuk pendidikan di pedalaman.

“Berdiam diri tidak akan mengubah apa-apa, Bertindak belum tentu bisa mengubah segalanya. Namun, sedikit aksi nyata yang kita lakukan demi pendidikan di pedalaman bisa memberi makna tersendiri bagi adik-adik kita disana” #AAP

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *