Mereka Masih Punya Mimpi [by: Oktafiani Prima Sari]

Oktafiani Prima Sari (Branch Operations Supervisor PT. GO-JEK Indonesia)

Peserta Volunteer Traveling and Teaching 15 Komunitas 1000 Guru Jogja

Pagi itu pertama kali kulihat raut wajah mereka, adik-adik MI Watudhuwur Bruno, Purworejo, khususnya dai kelas 6. Simpul senyuman dan gelak tawa ceria mereka merupakan kesan pertama yang aku temui dari diri mereka. Seperti hal magis, hanya dengan melihat mereka saja aku menjadi lebih berenergi dan bersemangat, rasa kantuk dan lelah seketika hilang. Tak dipungkiri terkadang mereka menunjukkan ekspresi yang menggemaskan terhadap kehadiran kami selaku volunteer yang jelas-jelas orang baru buat mereka, yah terkadang memalingkan muka sambil sesekali matanya muncul mengintip dari balik meja kelas atau menghiraukan sapaan kami namun akhirnya justru merajuk meminta kami untuk tinggal lebih lama.

Adik-adik di sana anak yang kuat, baik secara fisik maupun mental. Kondisi geografis lingkungan sekolah mereka cukup menantang, berada di daerah pegunungan dengan akses jalan yang masih dalam tahap awal pembangunan. Jalanannya yang terjal dan berkelok-kelok diiringi tebing di satu sisinya dan jurang di sisi lainnya. Ketika musim kemarau sangat gersang dan berdebu, ketika musim hujan menjadi becek, banyak genangan di sana sini dan sangat licin saat dilalui. Hampir semua dari mereka berangkat dan pulang sekolah dengan jalan kaki. Ada yang rumahnya dekat hanya di samping sekolah, ada yang harus berjalan selama 30 menit untuk mencapai sekolah. Bayangkan kondisi di kota-kota besar yang sangat jauh berbeda, bahkan untuk membeli makanan yang jarak restonya hanya sekitar 300 m pun menggunakan jasa delivery makanan. Sungguh, kami malu pada kalian, Dik.

Mimpi-mimpi mereka pun tak kalah kuat dengan kekuatan fisik mereka. Bangga sekaligus terharu mendengarkan cerita satu per satu adik-adik tentang cita-cita mereka ketika dewasa nanti. Untuk rencana terdekat, mereka ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP di sekolah favorit di kota. Jarak rumah ke sekolah SMP di kota yang cukup jauh tak menciutkan tekad mereka untuk mendapatkan ilmu yang lebih baik. Pun beragamnya profesi pekerjaan yang ingin mereka capai seperti dokter, guru, pemain bola, penyanyi, TNI, polisi, dsb. Begitu indahnya membayangkan adik-adikku berdiri di hadapanku dengan seragam profesi masing-masing dangan simpul senyum khas mereka.

Satu pesan yang pernah kusampaikan untuk adik-adikku: Bagaimanapun kondisinya sekarang, adik-adik punya banyak kesempatan dan jalan untuk menggapai mimpi-mimpinya. Apapun hasil dan jadinya nanti, hey, ingatlah usaha tidak akan mengkhianati hasil, maka nikmati prosesnya. Yang adik-adik lakukan haruslah berguna bagi diri sendiri dan orang banyak dan tetap saling berbagi. Seperti kata Nadiem Makarim, CEO PT. GO-JEK Indonesia, yang menjadi prinsipku dalam bekerja, bahwa “Di GO-JEK kamu tidak hanya menghidupi diri sendiri, tetapi menghidupi jutaan kepala keluarga di luar sana”.

Terimakasih sudah mengajari kami untuk lebih bersyukur dan lebih tulus dan ikhlas dalam berbagi. Karena harapan, keceriaan, semangat untuk menggapai mimpi tidak dapat dibeli, melainkan ditularkan satu sama lain untuk meju dan berkembang bersama. Mereka Masih punya mimpi.

Terimakasih adik-adik MI Watudhuwur untuk keceriaanya.

Terimakasih teman-teman relawan untuk sharing ilmunya.

Terimakasih 1000 guru yang sudah menyediakan wadah bagi kami untuk saling mengenal dan berbagi keceriaan dan ilmu.

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *