Pengalaman Menjadi Volunteer Traveling and Teaching 15 Jogja [by: Theresia Sitohang]

Halo. Perkenalkan aku Theresia Sitohang, biasa dipangil Tere. Aku mahasiswa Semester 5 Jurusan Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Yogyakarta. Aku mau menceritakan pengalaman aku selama mengikuti TNT 15, 1000 Guru Jogja.

Menurut aku sih sangat menyenangkan ya. Awalnya gak menyangka aku lolos tahap 2 TNT 15, jadi waktu pengumuman lolos, aku semangat banget haha. Daerah TNT 15 itu di Bruno, Jawa Tengah, tepatnya di Sekolah MI NU Watudhuwur. Bagiku jalannya itu sangat membuat pusing dan mual. Seru sih karna naik mobil double cabin, tapi jalannya itu sempit, hanya bisa dilalui satu mobil, jadi kalo papasan sama mobil lain, ya gitulah…

Kumpul di mepo

Sebelum menuju lokasi, kita kumpul dulu di MePo dan dibagiin kertas yang didalamnya ada tertulis nama seseorang yang menjadi belahan jiwa selama kegiatan TNT, dan selama kegiatan, kita diminta untuk memperhatikan si belahan jiwa itu, padahal ya ga sempat merhatiin hahahaa. Sampai di MI NU Watudhuwur itu jumat malam, mungkin sekitar jam 8-an. Dingin euy. Sampai disana, kita perkenalan lebih dulu, terus persiapan untuk mengajar besoknya.

D-Day! Jalannya itu menanjak. Capek. Pokoknya tiap mau ke sekolah dari tempat menginap, kita harus berjalan kaki dan jalannya berdebu. Tapi gapapa, karna adek-adek disana malah setiap hari melalui itu demi sekolah. Tambah semangat waktu sampai di sekolah, dan adek-adek sudah ramai. Beberapa sudah jajan es dan bakso.

Adik-adik gemas

Aku dan ketiga teman sekolompokku mengajar di kelas 2. Kelas yang jumlah anaknya paling banyak di sekolah, yaitu 30 anak. Senang sekali ketika adek-adek disana menyambut dengan gembira. Sebenarnya ini sih hal yang paling membuat semangat berkobar (ciee). Jadi, di daerah sekolah ini, warganya menerima kita dengan hangat, terutama karna kita peduli tentang pendidikan. Walaupun tempat ini cukup terpencil, tapi warga terbuka terhadap pendidikan. Semakin semangat!

Kelas 2 ini cukup membuat keringatan dan suara hampir habis. Adek-adeknya aktif, lari kesana, lari kesini, naik ke atas meja, tiduran di atas meja, pergi jajan keluar, dan mengajak teman-temannya bercanda. Jadi tantangan saat harus membujuk bujuk mereka agar mau mendengarkan materi yang akan kami sampaikan. Puji Tuhan, mereka masih mau dibujuk walaupun sebentar-sebentar berlari kesana-sini. Tapi itulah mereka, tidak bisa dipaksa. Ada dua hal yang tak terlupakan. Yang pertama adalah ketika menuliskan pohon impian. Ada satu anak yang membuat cita-citanya menjadi KKN (Kuliah Kerja Nyata). Saat kami tanya kenapa, dia hanya menjawab gapapa. Sepertinya teman-teman KKN di daerah ini begitu mempengaruhi dan memberi dampak positif bagi adek-adek di MI NU Watudhuwur. Kedua adalah ketika keadaan kelas 2 berubah senyap setiap kali kami berkata “yang anteng dapet hadiah ya.” Seketika kelas menjadi anteng. Anak-anak yang tadinya ribut dan berlari kesana-sini, duduk manis. Setelah hadiah dibagikan, merekapun berubah dan menjadi ribut kembali. Hahaha..

Begitu terharu ketika adek-adek kelas 2 berterimakasih atas bantuan dan hadiah-hadiah yang telah dipersiapkan oleh kami, peserta dan team TNT 15, 1000 Guru Jogja. Mereka juga berkata “Kak, kakak mau pulang ya? Kakak ga usah pulang, disini aja ya.”

What an experience!

Dengan wajah memelas. Sangat senang mendengar kalimat itu. Syukurlah mereka senang dengan kehadiran kami, peserta dan team TNT 15.

Traveling!

Malamnya, setelah kegiatan teaching, kami otw ke curug Putri. Wah, jalannya membuat mual juga. Naik, dan sangat dingin. Malam pensinya juga menyenangkan dan lucu. Puasa akan sinyal, dan benar-benar menikmati kegiatan tanpa melihat-lihat hp. Lihat sih, tapi sesekali saja haha.

Suasana camping

Esoknya adalah tukar kado dengan si belahan jiwa. Sesi ini juga lucu. Tukar kado dengan konsep yang berbeda dari biasanya, walaupun ada beberapa yang lupa siapa belahan jiwanya hahahha. Cukup kaget karna kelompok kelas 2 menjadi kelompok ter-Gemash karna pensi dengan tarian pake topeng hahaha…

Traveling n’ Teaching 15 1000 Guru Jogja keren daah.. Gak menyesal. Setidaknya uang kita bermanfaat dibagikan untuk pendidikan di daerah pedalaman. Seruuu.. Tidak sabar menanti kegiatan 1000 Guru Jogja selanjutnya yey..

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *