Sekelumit Cerita dari Traveling and Teaching 15 Seribu Guru Jogja [by: Alvita Nur Aini]

Traveling and teaching yang saya ikuti bersama dengan komunitas 1000 Guru Jogja merupakan kegiatan TNT pertama yang saya ikuti. TNT kali ini dilaksanakan di MI NU Watudhuwur, Bruno Purworejo pada tanggal 24-26 Agustus 2018. Kesan pertama saya mengikuti kegiatan TNT ini sangat menyenangkan, bersama dengan teman-teman dan anak-anak MI yang asyik dan sangat memotivasi. Dengan adanya kegiatan TNT ini, saya bisa mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman baru yang akan terus saya ingat. Kegiatan ini sangat menginspirasi, tidak hanya dari teman-teman volunteer ataupun tim saja yang menginspirasi karena mereka berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, tetapi para siswa MI NU Watudhuwur bagi saya sangatlah menginspirasi. Dalam kegiatan teaching, saya mendapat bagian untuk mengajar di kelas 5 bersama dengan kak Dinar, kak Mona dan kak Nuha. Ketiga teman saya ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda, yang membuat saya harus bisa menyesuaikan diri dengan mereka. Dengan beragamnya latar belakang yang dimiliki teman-teman teaching saya ini, secara tidak langsung memotivasi saya agar bisa menjadi orang yang berpendidikan dan berpengalaman seperti mereka.

Para volunteer TNT 15

Kelas 5 memiliki bangunan kelas yang boleh dikatakan kurang layak, karena bagian belakang kelasnya tidak tertutup oleh tembok, akan tetapi hanya ditutupi oleh kayu-kayu bekas bangunan, daun kelapa dan beberapa banner yang sudah tidak terpakai. Selain itu, kelas 5 ini memiliki jumlah siswa yang paling sedikit dibandingkan dengan kelas-kelas lainnya, yaitu berjumlah 19 anak. Tetapi yang saya suka dari anak-anak kelas 5 ini, yaitu mereka sangat mudah diatur akan tetapi tetap aktif dalam setiap pembelajaran yang saya dan teman-teman volunteer kelas 5 sampaikan. Menurut saya, kelas 5 ini sangatlah solid terhadap sesama temannya, contoh nyata yang kami alami yaitu saat ada salah seorang anak yang kami tunjuk untuk menyebutkan nama hewan dalam games yang kami berikan, ia tidak mau maju kedepan kelas mungkin karena malu, namun teman-temannya terus memberi dukungan kepada si anak tersebut agar mau maju dan akhirnya dia berani untuk maju kedepan kelas. Yang berkesan lainnya dari kelas 5 ini, yaitu ada beberapa anak yang setiap harinya ketika akan ke sekolah harus berjalan kaki selama 1 jam, karena tidak memiliki kendaraan. Tentunya hal ini sangat berkesan bagi saya, karena dengan jauhnya jarak antara sekolah dan rumah mereka namun tidak menyurutkan niat mereka untuk terus menuntut ilmu. Jalanan yang mereka lalui tentunya bukan jalanan yang lurus saja seperti jalanan di kota, akan tetapi mereka harus melalui jalanan yang naik turun karena kata mereka rumahnya berada di “gunung”. Walaupun mereka setiap harinya harus menempuh jarak yang jauh agar bisa sampai ke sekolah akan tetapi mereka tidak pernah mengeluh dan mereka tetap semangat ke sekolah karena disana mereka akan bertemu dengan teman-teman dan juga mendapatkan ilmu baru. Ketika kami berkata tentang cita-cita, mereka menjawab dengan beragam cita-cita yang mereka ingin capai seperti dokter, tentara, pembalap, kerja kantoran, guru dan lain-lain. Ketika saya menanyakan kepada salah satu anak yang memiliki cita-cita sebagai guru, tentang mengapa ingin menjadi guru, ia menjawab bahwa ingin membagikan ilmu yang ia dapat kepada anak-anak didiknya.

Kegiatan di luar kelas

Dalam kegiatan teaching, kami juga memberikan beberapa games yang diikuti oleh anak-anak dengan sangat antusias bahkan banyak yang berebut untuk maju kedepan terlebih dahulu. Ketika kami membagikan hadiah dari games yang telah mereka ikuti dan juga memberikan donasi dari 1000 guru yang berupa perlengkapan sikat gigi, tas sekolah dan buku, tentunya mereka sangatlah senang dan mereka juga tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih. Menurut saya, itu sangat menyenangkan didengar dari anak-anak tersebut karena anak-anak jaman sekarang terkadang setelah mendapatkan sesuatu baik itu barang ataupun makanan, sering lupa untuk mengucapkan terimakasih. Kegiatan teaching ini benar-benar memberikan saya motivasi yang semoga dapat membangkitkan semangat saya agar dapat terus membagikan ilmu saya kepada anak-anak di Indonesia.

Murid-murid saat mengikuti kegiatan kelas

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *