TNT ke Pulau Rimau

This weekend will be spent by joined Travelling and teaching

Kegiatan ini meruakan salah satu kegiatan komunitas @1000_guru. Saya mengenal komunitas ini awalnya dari salah satu teman yang terlebih dahulu menjadi followers di akun twitter @1000_guru, setelah itu saya akhirnya mencari tahu lebih banyak tentang komunitas ini, di website-nya www.seribuguru.org saya mendapat banyak informasi dan kegiatan kegiatan mereka. Hari itu juga saya putuskan untuk ikut serta dalam kegiatan mereka kali ini.

Konsep kegiatannya terbilang unik dan baru bagi saya, travelling pada umumnya lebih fokus pada view atau object wisata yang ada didaerah tersebut, tapi konsep Travelling and teaching-nya @1000_guru adalah jalan-jalan tapi juga berbagi keceriaan dengan adik-adik yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Daerah yang dipilihpun adalah daerah yang masih tergolong pedalaman atau pulau yang masih belum terlalu terjangkau oleh kehidupan modernitas. Kali ini komunitas @1000_guru akan mengunjungi salah satu pulau yang berada dibawah lingkup pemerintahan Provinsi Lampung yaitu Pulau Rimau (orang disanan menyebutnya Pulau Harimau).

Dua hari sebelum kegiatan ini, saya berangkat dari Makassar ke Bogor, kebetulan disana ada teman yang sementara melanjutkan studinya. Setelah menghabiskan waktu seharian di Bogor, saya ke Depok, juga menemui salah satu teman disana. Jum’at malam saya berangkat ke Serang dan menginap disana agar keesokannya bisa tiba di Merak (semua peserta akan berkumpul di pelabuhan Merak) lebih cepat. Saya dan teman yang sama-sama dari Makassar janjian dengan salah satu (K’Arief) peserta yang juga akan berangkat ke Merak malam itu di Kampung Rambutan, dan setelah ketemu, kenalan, kamipun melanjutkan perjalanan ke serang.Kami bertiga sepakat untuk menginap di rumah salah satu teman yang berasal dari Makasar dan telah menetap disana dan keesokannya kami baru melanjutkan perjalanan ke Merak.

Sabtu pagi, dari serang kami bertiga dan empat oarang tim seribu guru (K’Vilia, K’Rahma, K’Nana, dan K’Puput, kami telah janjian sebelumnya) melanjutkan perjalanan ke Merak, setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, kamipun tiba di Merak dan disana ternyata beberapa peserta dan tim inti tiba lebih awal. Kami masih harus menunggu kedatangan peserta lain dan setelah semuanya berkumpul kamipun melanjutkan perjalanan menuju ke Pelabuhan Bakauheni. Diatas kapal, kami juga menyempatkan untuk saling mengenal satu sama lain.

Setelah menempuh perjalanan laut kurang-lebih dua jam, kamipun tiba di Bakauheni dan disana kami bertemu dengan tim dari @1000_guru Lampung, kami juga disambut baik oleh pihak kepolisian sektor pelabuhan bakauheni, setelah mendapat arahan kami diantar menuju ke pelabuhan rakyat tempat kami akan mendapatkan tumpangan ke Pulau Rimau. Di pelabuhan rakyart itu kami beristirahat sejenak dan makan siang.

Perjalanan kami lanjutkan dengan menggunakan perahu rakyat, sempat pesimis melihat kondisi perahu yang sepertinya telah termakan usia. Tapi akhirnya setelah menepuh perjalanan kurang lebih 20 menit, kamipun tiba di Pulau Rimau. Ada keharuan dan kekaguman saat pertama kali menginjakkan kaki di pulau itu, terharu karena melihat kesederhanaan tempat tinggal penduduk disana tapi kagum dengan deretan pepohonan yang masih hijau disana. Kami langsung di antar ke sekolah yang ada di pulau itu, dan belakangan saya baru tahu bahwa Bapak (Pak Sukirdi) yang memberi kami tumpangan di perahunya tadi adalah Kepala Sekolah SDN 5 Sumur yang ada di Pulau itu.

 

Ternyata adik-adik di SDN 5 Sumur telah menunggu kedatangan kami, begitu kami tiba mereka telah berbaris rapi demi menyambut kami. Terlihat wajah-wajah lugu dan lelah mereka, karena mereka sudah seharusnya pulang kerumah masing-masing tapi merreka tinggal sampai sore di sekolah karena tahu bahwa tim @1000_guru akan mengunjungi mereka. Kamipun berbaur dengan mereka, beberapa dari teman memberikan games dan snack untuk mengembalikan semangat mereka. Setelah bersenang-senang dengan mereka, mereka pun kami ijinkan untuk pulang ke rumah mereka dan kembali kesekolah keesokan harinya meskipun besoknya adalah hari minggu.

Kami melanjutkan untuk berbincang-bincang dengan kepala sekolah dan Guru-guru di SDN 5 Sumur. Disekolah itu hanya ada dua ruangan kelas yang disekat dengan mengunakan papan seadanha untuk memisahkan setiap kelas, satu ruang guru, dan dua ruang kelas yang tak lagi digunakan karena mulai roboh. Masing-masing ruangan kelas digunakan untuk 3 tingkatan kelas. Jumlah siswa saat itu dari kelas satu hingga kelas enam ada 50 orang. Jumlah guruny ada empat orang ditambah satu orang kepala sekolah. Mereka juga nmenceritakan ke kami suka duka selama mengajar di SDn 5 Sumur, setiap harinya mereka harus menempuh perjalanan dari Bakauheni ke Pulau ini, beberapa dari mereka masih berstatus honorer, saat ditanya mengapa mereka masih mau mengajar disana, mereka dengan tegas menjawab bahwa kalau mereka tidak mengajar anak-nak dipulau ini, siapa lagi yang akan menjamin pendidikan yang layak untuk mereka. Sungguh mulia tujuan mereka. Mereka juga menceritakan ke kami bahwa kadang sekolah mereka tergenang banjir saat pasang laut atau hujan deras.

Setelah itu, kami beristirahat, mandi seadanya, dan malamnya kami bakar-bakar ikan. Makan malam kami malam itu akan menjadi makan malam yang tidak akan terlupakan, kami berbaris di lantai, saling berhadapan, dan makan diatas kertas makan yang sama. Kebersamaan yang sangat luar biasa kami rasakan malam itu, meskipun ini pertama kalinya kami bertemu tapi karena menrasa memiliki tujuan dan visi yang sama membuat kami sangat akrab satu sama lain. Setelah malkan malam, kami melanjutkan untuk saling memperkenalkan diri. Suasana keakraban mala mini sangat terasa.

Malam makin larut, dan kamipun harus istirahat karena esoknya kami masih punya beberapa kegiatan bersama adik-adik dan penduduk disana. Kami melepaskan penat dengan beristirahat di Mushollah yang ada di Kampung itu. Keesokannya, sebelum memulai kegiatan kami, saya meyempatkan diri untuk melihat-lihat kehidupan masyarakat disana. Bebarapa dari mereka yang tinggal disana ternyata ada beberapa yang berasal dari Sulawesi bahkan ada diantara mereka yang berasal dari tanah kelahiranku. Rumah merekan berdiri sederhana, dan hampir semua mereka memiliki hewan peliharaan yang mereka pelihara disamping rumah. Mereka sangat ramah terhadap kami, setiap penduduk yang ditemui menawari saya untuk mampir dirumah mereka.

Setelah itu, saya kembali ke Sekolah dan ternyata beberapa siswa sudah ada yang datang dan bergaul dengan teman-teman relawan. Kamipun membagikan sarapan kepada mereka. Setelah itu bersenang-senang dan berbagi keceriaan. Beberapa games diberikan kepada mereka untuk menjalin keakraban antara relawan dan siswa. Setelah itu kami membagikan perlengkapan sekolah seperti sepatu dan tas kemasing-masing siswa, kami juga membagikan pakaian bekas layak pakai ke penduduk setempat. Terlihat senyum bahagia dari wajah-wajah adik-adik disana, hal ini juga membuat kami bahagia bahwa mereka meneriam dengan antusias apa yang kami bawa hari itu. Setelah semua rangkain kegiatan kali ini selesai, kamipun mengemas barang kami dan akan kembali ke bakauheni dan melanjutkan perjalanan ke Merek.

Travelling kali ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa, selain jalan-jalan juga bisa berbagi dengan pendudk dan adik-adik disana, bisa merasakan kehidupan yang boleh dibilang masih jauh dari ketersediaan fasilitas umum sepertia yang ada di kota. Dan tentunya bisa menemukan sahabat-sahabat dan keluarga baru.

And finally, dari kegiatan ini semoga banyak orang yang dapat membuka mata bahwa masih banyak tempat di negeri ini yang belum memiliki fasilitas pendidikan yang layak, dan semoga makin banyak anak muda pahlawan perubahan seperti yang saya temui disana.
Buat sahabat dan keluarga baru ku di TNT @1000_Guru Pulau Rimau, Keep Contact yah Guys, Nice To Know You All

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *