Traveling & Teaching #15 with 1000 Guru Yogyakarta [by: Ungari]

Berawal dari sebuah perasaan jenuh bekerja dan merasa perlu melakukan  kegiatan positif dalam hidup yang berguna bagi orang lain mempertemukan saya dengan komunitas 1000 Guru Yogyakarta (@1000_gurujogja) sejujurnya ada perasaan menyesel, mengapa saya baru tau sekarang tidak dari dulu saja, tapi inilah kehidupan yang memiliki fase-nya masing-masing. Better late than never, isn’t it?

And this is my story …

Saat saya tahu kalau 1000 guru ada di seluruh pelosok Indonesia, hal pertama yang saya lakukan adalah mem-follow 1000 guru dari berbagai daerah Indonesia. Tentu saja Yogyakarta adalah incaran pertama saya untuk kegiatan traveling and teaching ini 🙂
Lalu saya coba cari tahu ke teman saya yang pernah mengikuti kegiatan traveling dan teaching ini, karena saya merasa tidak punya latar belakang pendidikan atau mengajar sebelumnya .  Ternyata tidak dibutuhkan skill khusus mengajar disini, selama ada kemauan dan tujuan yang sama serta kesabaran, semua bisa dijalani dengan baik.

Setiap hari saya sibuk mengecek Instagram, kalau – kalau open recruitment dibuka,  walaupun sudah “turn on notification” Instagram @1000_gurujogja, tetap saja saya tidak mau kehilangan kesempatan ikut open recruitment kali ini, karena yang saya tau open recruitment @1000_gurujogja hanya dibuka 1 hari saja.

Sampai pada tanggal 29 Juli 2018,  open recruitment dibuka dan saya segera mendaftar, tentu tidak perlu berlama-lama bagi saya berfikir untuk mendaftar. Setelah mendaftar kita perlu menunggu pengumuman seleksi Tahap 1, tepat pada tanggal 1 Agustus 2018. Tidak sampai disitu, kita harus mengirimkan video berdurasi kurang lebih 5 menit untuk menjelaskan diri kita masing-masing, tujuan dan apa yang ingin kita ajarkan pada kegiatan traveling dan teaching ini.
Pada tanggal 8 Agustus 2018, akhirnya diumumkan tahap akhir yang lolos seleksi dan berhak mengikuti traveling and teaching ke 15 @1000_gurujogja, ada nama saya disitu. Saya bahagia.

Sebenarnya ada kegiatan technical meeting sebanyak dua kali yang diadakan oleh panita, namun karena saya tinggal di luar kota Yogyakarta, terpaksa saya tidak bisa hadir.
Namun saya dan kelompok saya mengajar  memutuskan untuk bertemu H-1 sebelum kegiatan berlangsung . Kegiatan kami berlangsung dari tanggal 24-26 agustus 2018 yang berlokasi di MI Matudhuwur Kecamatan Bruno Purworejo, Jawa Tengah. Waktu yang cukup singkat untuk sebuah pertemuan, namun meninggalkan memori yang cukup mendalam .

Perjalanan ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 3- 4 Jam dari Yogyakarta, perjalanan kami ini ternyata juga di dukung oleh @dcabid.jogja yang juga baru saya tahu belakangan, sebuah komunitas mobil double cabin Indonesia yang tersebar juga diseluruh daerah di Indonesia. Sedikit pembicaraan kami saat perjalanan menuju Purworejo, ternyata komunitas ini memiliki visi dan misi yang sejalan dengan kegiatan 1000 guru, sehingga bisa saling men-support satu sama lain. Disaat yang sama saya merasa begitu kecil, bahkan begitu banyak orang-orang baik berkumpul untuk tujuan yang sama dengan penuh kesadaran diri sendiri. Kita berangkat hari itu  dengan satu tujuan yang sama untuk anak-anak pedalaman Indonesia yang lebih baik and  I feel so proud being a part of this community :’)

Meeting Point di SPBU Ambar Ketawang
@dcabid.jogja

Perjalanan setengah off road yang kita lalui mengantarkan kami ke Desa Bruno, Purworejo. Kami tiba sekitar jam 10 malam, dengan keadaan sedikit lelah, tidak menurunkan semangat kami semua untuk mempersiapkan perlengkapan mengajar kami esok hari.

Setelah persiapan untuk esok hari dan makan malam, serta perkenalan singkat sesama volunteer, kami bermalam di rumah warga setempat. Kami menginap dirumah Mba Tomo, kami tiba cukup larut, jam 12 malam. Walaupun sudah tengah malam ternyata Mbah Tomo dan keluarga telah menunggu kedatangan kami dan menyambut kami  dengan sangat hangat  walaupun sepertinya kami merasa cukup mengganggu tiba tengah malam  karena harus mempersiapkan kegiatan esok hari. Namun Mbah Tomo bersikeras mengatakan kalau kami sama sekali tidak mengganggu malam itu. Terimakasih banyak Mbah Tomo 🙂

jhvjvi

Saya mendapat mendapat kesempatan mengajar kelas 3 SD,  kelompok kami terdiri dari berbagai macam profesi, ada yang Dokter Gigi, Pendidikan Matematika, Pertambangan dan saya sendiri sebagai Engineer. Karena kami 1 kelompok memiliki latar belakang berbeda,  kami memutuskan untuk mengambil tema ajar yang sudah di siapkan oleh panitia. Untuk materi ajar kelas 3 yaitu lingkungan hidup. Kelompok kami memutuskan untuk memberikan materi tentang jenis-jenis sampah : organik, anorganik dan limbah B3, kami ingin mengajak adik-adik untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar mereka, serta memberikan edukasi terhadap dampak-dampak pencemaran lingkungan yang bisa membahayakan dan mengancam kelestarian makhluk hidup.Esok harinya kami harus bangun pagi hari, karena kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada pukul 07:30 pagi. Walaupun harus tidur tengah malam, dan bangun pagi rasanya semua itu tidak menghilangkan antusias untuk bertemu dengan adik-adik yang siap berbagi kisah dengan kami semua, hilang sudah lelah, yang ada hanya rasa bahagia.

Juga tidak lupa ada materi kesehatan lingkungan yang akan mengajarkan cara cuci tangan dan sikat gigi yang baik dan benar yang bisa diterapkan sehari-hari.

Saat tiba di lokasi, saya berkesempatan melihat-lihat keadaan sekolah ini, beberapa bagian sekolah cukup memprihatinkan, bagian tembok belakang kelas hanya berlapiskan anyaman tikar yang terbuka, namun ruang kelas yang tidak sempurna ini tidak menurunkan semangat anak-anak untuk tetap mau belajar. Ternyata kehidupan ini begitu indah, jika kita mau melihatnya dari sisi yang berbeda.

Masih menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, kegiatan belajar mengajar kami dimulai dengan upacara bendara yang dilakukan di depan lapangan MI Maturdhuwur Desa Bruno,
Purworejo. Cukup sulit untuk merapihkan barisan anak-anak ini, berulang kali kami harus melakukan ice breaking untuk menarik perhatian meraka ke titik yang sama. Selain itu, kami harus berbicara cukup lantang agar bisa menarik perhatian mereka. Maklum anak-anak selalu mudah teralihkan perhatiannya. Pagi pun terasa cukup bersemangat, walau sepertinya habis ini tenggorokan kami akan serak, tapi semua itu tak kan jadi masalah 🙂

Selepas upacara kami masuk ke kelas masing-masing untuk mulai kegiatan belajar mengajar. Seperti biasa, kami harus mulai dengan ice breaking agar mereka semua fokus pada satu hal bersama, dari mulai tepuk  diam, tepuk dag-dig-dug, sapaan haloo – hai- hallo, semua usaha harus kami kerahkan untuk membuat adik- adik bisa lebih tertib dikelas.
Lokasi kelas 3 , tepat bersebelahan dengan kelas 2, namun hanya dipisahkan dengan pembatas kayu, sehingga kelas kami cukup bising, dengan kegaduhan kelas satu sama lain. Di saat yang bersamaan kami bisa mendengar kegiatan belajar mengajar kelas 2 dan sebaliknya, ini merupakan sebuah tantangan tersendiri, karena kami harus membuat adik-adik kami fokus dengan materi ajar yang akan kami berikan. Kami mensiasatinya dengan membawa adik-adik agar semua merapat kedepan, sehingga apa yang kami sampaikan bisa menjadi lebih jelas.

Waktu di dalam kelas rasanya berjalan cukup cepat, awalnya ada kekhawatiran apakah saya bisa mengajar adik-adik ini , karena ini pertama kalinya saya mengajar, tidak pernah ada pengalaman saya mengajar sebelumnya, namun adik-adik ini sangat aktif dan berpartisipasi, mereka semua sangat antusias mengikuti materi yang kami berikan, awalnya saya mengira anak-anak ini akan pasif. Namun kami salah besar, semua anak antusias, jika kami minta siapa yang mau mau kedepan, banyak sekali adik-adik yang dengan semangat tunjuk tangan, bahkan kami  sempat bingung karena terlalu banyak adik-adik yang ingin berpartisipasi. Biasanya kalau sudah begini, kami akan mulai dengan “tepuk anteng” adik-adik akan mulai bertepuk bersama-sama diakhiri dengan sikap siap duduk dimeja dengan sangat rapih, bisanya kami akan bilang “yang paling anteng akan dipilih kakak-kakak buat maju ke depan yaa” dan mereka pun berlomba-lomba bersikap paling anteng. Benar-benar menggemaskan, seakan mereka lupa bagaimana tadi bersikap begitu gaduh dikelas. Adik-adik ini benar-benar memukau.

Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan sikat gigi bersama yang di sponsori oleh pasta gigi Formula, tentu saja dipandu oleh volunteer dokter gigi yang dengan sabar mengajari adik-adik disini bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar.

Setelah edukasi kesehatan gigi dan mulut, kami semua kembali ke kelas untuk berlanjut mengisi “Pohon Harapan” disini kita mengajak adik-adik , untuk berani menuliskan mimpi – mimpi dan harapan mereka. Kami sempat menanyakan apa cita-cita mereka, rata-rata cita-cita mereka ingin menjadi Polwan, Polisi atau Guru. Sama seperti waktu kita kecil, kita hanya mengetahui sebagian saja profesi. Pada kesempatan itu kami berusaha mendekati anak-anak dan menanyakan cita-cita mereka, sambil memberikan sedikit cerita paling tidak, kalau profesi di luar cukup banyak. Walaupun adik-adik kami baru kelas 3 SD, kami sangat berharap suatu saat mereka punya cita-cita yang tinggi yang bisa mereka gapai. Semoga harapan- harapan baik adik-adik semua terwujud yaa. Amiin.

Pohon harapan

Berlanjut kegiatannya selanjutnya adalah pembagian donasi , memang tidak seberapa dibandingkan kebutuhan sekolah ini yang memerlukan bantuan yang lebih, terutama pemulihan ruang kelas  agar belajar mengajar lebih kondusif,  namun rasanya kami sangat berterima kasih terhadap para donatur, dan panitia @1000_gurujogja yang setulus hati mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat baik.
Betapa bahagianya melihat keceriaan anak-anak ini yang sibuk membuka tas baru mereka  dengan penuh semangat yang berisikan buku dan alat tulis baru. Bagi kita mungkin hal itu sangat sederhana, namun bagi mereka yang sangat membutuhkan hal sederhana itu bisa menjadi sangat berharga. Saya kembali belajar bahwa kebahagian bisa menjadi cukup se- sederhana itu.

Kegiatan belajar ini ditutup dengan kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI. Setiap kelas mengadakan perlombaan masing-masing, kami dari kelas 3 mengadakan lomba estafet sedotan, maze runner dan puzzle. Semua anak sangat antusias mengikuti perlombaan yang kami adakan, bahkan terkadang ada kelas lain yang tiba-tiba masuk dan ingin ikut bermain di kelas kami yang membuat suasana kelas kelas tiba-tiba menjadi gaduh.
Adik-adik kelas 3 cukup aktif sekali dalam segala hal bahkan  terkadang mereka terlalu berinisiatif untuk melakukan semuanya sendiri. Seperti saat kami bermain puzzle kelompok untuk menyusun kata-kata O-R-G-A-N-I-K dan mencari gambar sampah-sampah organik, ada anak yang selalu ingin menempelkan gambar dan tidak memberikan kesempatan kepada yang lain untuk menempel gambar, disinilah kami harus memberikan pengertian untuk saling bekerja sama satu sama lain. Memang tidak mudah menghadapi semua perilaku adik-adik ini. Namun dengan bimbingan yang baik, kami yakin kelak adik-adik kita akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Amiin.
Ada sebuah kenangan manis yang tidak akan kami lupakan hari itu, saat kita pamit ada seorang anak yang meminta kita untuk besok mengajar lagi esok hari dan seterusnya dan meminta kita untuk membantu mengerjakan PR mereka dirumah, kami begitu tersentuh dengan ucapan adik-adik itu yang membuat kita merasa sangat diterima di hati mereka, bukan sebagai volunteer, tapi sebagai kakak yang diharapkan selalu ada untuk membantu mereka :’)
Terimakasih adik-adik untuk kenangan luar biasa ini.

Disini justru saya yang belajar kepada adik-adik yang dengan penuh rasa semangat masih mau belajar walaupun dengan penuh keterbatasan ruang kelas yang minim fasilitas. Belajar bagaimana bisa lebih menghargai kehidupan lebih baik lagi. Belajar menerima kehidupan dengan banyak keterbatasan.
Terimakasih kepada @1000_gurujogja & @dcabid.jogja dan semua Volunteer traveling & Teaching ke 15 untuk perjalanan luar biasa ini. Serta warga Desa Bruno yang dengan hangat menyambut kami semua. Bahagia bisa berada di sekitar orang-orang baik yang punya tujuan yang sama. Semoga bisa bertemu dikesempatan berikutnya.

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *