Travelling and Teaching #15 Seribu Guru Jogja [by: Richna Nisrina]

Halo. Perkenalkan nama saya Richna Nisrina bisa dipanggil Rina, saya dari Solo. Alasan ikut 1000 Guru awalnya karena ingin mencoba  mengajar di daerah pedalaman yang jarang adanya sinyal, lalu saya mencari informasi  melalui instagram tentang1000 Guru kebetulan tenyata 1000 Guru Jogja sedang membuka Open Recruitment namun batas waktu daaftarnya sangat cepat yaitu hanya 24 jam sedangkan saya baru tau informasinya pagi dan kebetulan saya ada acara mendongeng hari itu takut tidak keburu buat daftar. Malam hari saya ingat tentang 1000 Guru Jogja dan mendaftarkan diri, setelah melalui proses tahap seleksi, Alhamdulillah saya keterima menjadi volunteer 1000 Guru Jogja.

Awal keterima menjadi volunteer saya excited sekali, sebelum beberapa hari saya dan kelompok menyiapkan beberapa media belajar saat pengajaran hari sabtu. Awalnya saya senang karena mengajar kelas 2, pemikiran saya mereka akan aktif dan proses belajar akan berjalan lancar-lancar aja. saya menyiapkan media belajar tentang tanaman toga, tidak terlalu sulit bagi saya dengan materi toga saya memilih tanaman yang populer seperti daun sirih, lidah buaya, dan kumis kucing. Bahasa yang akan sayagunakan saat pembelajaran sudah saya siapkan dengan bahasa yang lebih sederhana, seperti kenapa dinamakan lidah buaya ya? Karena mirip sekali dengan lidah-nya buaya, ternyata saat ditanya jawaban adik-adik sama dengan apa yangsaya fikirkan seblumnya. Yang paling susah menurut saya menjelaskan profesi kepada adek-adek kelas 2, soalnya saya baru pertama kali menjelaskan tentang profesi dan belum pernah ikut terlibat sebagai kelas inspirasi atau semacamnya. Saya mendapat giliran untuk menjelaskan tentang profesi polisi dan guru, walaupun kedua profesi ini terbilang cukup populer namun ini merupakan sebuah  pegalaman pertama bagi saya. Sebenarnya yang paling saya bingungi menjelaskan guru, media apa yang saya pakai dan bagaimana bahasa yang digunakan agar adek-adek paham, namun akhirnya saya berfikiran menjadi role model saat menjelaskan tentang profesi guru. Dengan mencoba menjadi guru saat di dalam kelas, seperti mengucapkan salam, menanyakan kabar, siapa yang tidak masuk, materi belajar warna-warna dalam bahasa inggris, menanyakan kembali hari ini Belajar apa, dan terakhir penutup, setelah itu saya langsung bertanya kepada adik-adik saya mempraktikan tentang profesi apa dan mencoba meminta adik-adik yang ingin mempraktikan untuk menjadi guru, lalu diakhiri dengan tepuk salut. Profesi polisi saya berfikiran untuk mencoba berdongeng didepan mereka tentang cerita lalu lintas dan maling-malingan dengan media boneka tangan dan wayang polisi, setelah mendongeng saya bertanya kepada adik-adik tentang profesi polisi yang diakhiri dengan tepuk salut.

Namun, saat pelajaran dimulai ternyata ngga sesuai ekspektasi saya. Adik-adiknya sangat aktif hingga saya agak gemas namun tetap tertawa, yang paling berkesan ialah saya bisa berbagi cerita kepada adik-adik. Sebenarnya saya sudah ada niatan ingin mendongeng, namun pas pelajaran bingung untuk mendongeng tapi saya senang karena akhirnya saya bisa mendongeng kepada adik-adik dan bisa membuat mereka nurut sebentar. Paling berkesan saat saya selesai mendongeng namun adik-adiknya minta cerita lagi, dan karena cerita yang saya buat itu dadakan dan alurnya agak kurang jelas namun saya bahagia saat bisa menjadi  realita untuk berdongeng.

Kesan yang paling menyentuh saat salah satu adiknya bilang jangan pulang, senin ngajar lagi ya kak. Lalu saya jawab senin diajar ibuk guru lagi ya, tapi adiknya bilang bahwa tidak ada yang mengajari untuk kelas 1 dan 2 bisa dibilang waktu sekkolahnya kebanyakan istirahatnya. Namun dengan jarangnya guru yang mengajar, dan akses jalannya yang ditempuh lumayan sulit namun sebenarnya mereka anak yang cerdas dengan daya tangkap yang tingggi hanya belum dioptimalkan saja.

Dan besar harapan saya melalui kegiatan tnt15 kemarin semoga adik-adik dapat mengejar mimpi mereka tidak terhalang oleh keterbatasan, dan msyarakat di desa bruno makin paham bahwa pendidikan itu penting, dan semoga mereka percaya bahwa jika kita melakukan sesuatu yang baik maka akan ada orang baik disekeliling kita yang bisa jadi menolong kita

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *