Travelling and Teaching – Ujung Kulon

Jum’at 20 juni 2014 saya berangkat dari Makassar menuju ke Jakarta. Perjalanan kali ini sedikit terhambat karena saya ketinggalan pesawat dan harus menunggu penerbangan berikutnya selama berjam-jam di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Kekhawatiran ditinggalkan oleh tim yang harusnya berkumpul jam 10 malam waktu Jakarta sempat membuat saya khawatir tidak bisa ikut serta dikegiatan ini, tapi syukurnya salah satu peserta (K’Abel) menawarkan untuk menjemput saya di Bandara Soekarno Hatta, sekitar pukul 01 dini hari, saya tiba di Jakarta dan dijemput oleh K’Abel kemudian menyusul Bus tim dengan menggunakan mobil yang kami rental.

Setelah bertemu dengan rombongan tim, kamipun melanjutkan perjalanan. Beberapa dari peserta yang di Bus pindah ke mobil yang kami rental. Tiga dari mereka telah saya kenal dari travelling and Teaching sebelumnya (K’Icut, K’Syalsa, K’Shinta) dan dua orang yang baru saya temui tapi kami telah berkomunikasi lewat social media sebelumnya (K’Arfi,K’Sinta). Meskipun terbilang teman baru, tapi keakraban itu muncul begitu saja lewat canda selama perjalanan kurang lebih 5 jam menuju Ujung Kulon.

Sekitar pukul 09 pagi (Sabtu 21 Juni 2014), kami tiba di Ujung Kulon, dan langsung menuju ke SDN 3 Tangkilsari. Perjalanan menuju ke sekolah ini harus ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 20 menit dengan melewati jalan yang menanjak dan kurang memungkinkan dilalui oleh bus dan mobil yang kami gunakan. Begitu tiba di Sekolah saya kagum melihat antusias adik-adik dan guru-guru mereka yang menunggu kedatangan kami. Kami disambut ramah oleh pihak sekolah dan berusaha sesekali menjelaskan ke kami bahwa seperti inilah adanya siswa-siswa mereka. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dari warga setempat yang berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Setelah beristirahat sejenak dan sarapan (late breakfast) kami kemudian masuk ke kelas sesuai dengan yang dibagikan oleh Tim @1000_Guru untuk berbagi (teaching) dengan adik-adik SDN 3 tangkilsari, saya dan 4 Orang Peserta lainnya (K’Abel, K’Thayoong, K’Aga, K’Shinta) dapat kesempatan untuk mengajar di Kelas Enam. Jumlah siswa dikelas Enam ada 25 orang, kami berlima bergantian untuk berbagi Ilmu dengan cara kami kepada mereka, kami kebanyakan memberikan games tapi tanpa mereka sadari kami sedang menguji pengetahuan mereka tetang beberapa bidang pelajaran. Kami berusaha untuk mengajar mereka dengan cara yang berbeda dari metode yang guru mereka gunakan tiap hari. Keseruan tak dapat kami hindari selama kurang lebih 1 jam, meskipun sempat bingung akan mengajar mereka seperti apa, tapi akhirnya kami berlima bisa dibilang berhasil menyentuh hati mereka dan dapat kami lihat dari wajah-wajah lugu mereka bahwa mereka sangat puas dengan apa yang kami lakukan saat itu.

Setelah mendapat keseruan didalam kelas, adik-adik Siswa SDN 3 Tangkilsari kami kumpulkan di Lapangan dan diarahkan oleh oleh Tim @1000_Guru dan Yayasan Putri Indonesia. Putri Indonesia 2014 beserta Putri Pariwisatan dan Putri Lingkungan kali ini ikut berpartisipasi dikegiatan travelling and Teaching ini. Mereka ikut menyaksikan kondisi sekolah dan berbagi semangat ke anak-anak Tangkilsari.

Meskipun matahari makin tinggi dan makin panas, kami semua masih diselimuti keseruan untuk berbaur baik sesama peserta maupun dengan Siswa SD tangkilsari. Kami meminta adik-adik siswa tangkilsari menuliskan cita-cita mereka kemudian menempelkannya pada beberapa balon yang telah kami siapakan kemudian menerbangkannya ke langit, dengan harapan bahwa merekapun berhak untuk bermimpi, merekapun punya kesempatan untuk mencapai cita-cita mereka. Semua anak di Negeri ini punya hak yang sama untuk bermimpi setinggi-tingginya. Kami juga membagikan beberapa perlengkapan sekolah seperti tas dan alat tulis kepada mereka, dengan harapan bahwa hal tersebut dapat memotivasi mereka untuk terus bersekolah dan mengejar cita-cita mereka.

Setelah semua rangkaian teaching selesai, kami beristirahat, sebagian ada yang numpang mandi di rumah warga sambil menunggu makan siang disiapkan. Saya dan beberapa teman memilih untuk mandi dan sejenak memejamkan mata di masjid yang tidak jauh dari SDN 3 Tangkilsari. Sekitar Pukul 03 Sore, santapan makan siangpun sudah siap. Sama seperti Travelling and Teaching sebelumnya, makan kami ala kadarnya, kami makan menggunakan alas daun pisang dan makan ramai-ramai. Hal ini terbukti dapat menambah keakraban diantara kami.

Ternyata, meskipun kami telah membolehkan adik-adik siswa SDN Tangkilsari untuk pulang kerumah masing-masing, tapi sore itu beberapa dari mereka masih stay di sekolah dan hal itu kami manfaatkan untuk kembali berbagi keseruan dengan mereka. Kami mengajak mereka untuk bermain “bentengan”. Permainan traditional ini terakhir saya mainkan ketika saya masih seusia mereka, meskipun sempat lupa bagaiman cara mainnya, permainan ini berlangsung cukup seru dan menguras tenaga karena melawan anak-anak SD yang jauh lebih muda daripada kami.

Malamnya, kami mengajak adik-adik siswa SDN 3 Tangkilsari untuk nonton bareng di lapangan, dan ternyata yang hadir malam itu bukan hanya siswa melainkan beberapa orang tua mereka dan warga setempat. Malam itu, setelah kami makan malam kami lanjutkan untuk lebih saling mengenal, satu persatu dari kami memperkenalkan diri. Peserta TnT kali ini ternyata bukan hanya saya yang berasl dari luar pulau jawa, ada dua teman (K’Nessa, K’Herlian) yang jauh-jauh dating dari Palembang untuk ikut kegiatan ini dan beberapa peserta yang berasal dari daerah lain di Pulau jawa. Setelah itu kamipun istirahat, mempersipakan diri untuk agenda travelling esok hari dan malam itu saya dan beberapa teman numpang tidur di masjid tempat kami mandi tadi sore.

Bedug subuh membangunkan kami, setelah shalat subuh saya dan teman yang sama-sama menginap di masjid kembali ke sekolah dan bersiap menuju pulau Peucang. Sekitat pukul 08 pagi (Minggu 22 juni 2014) kami menuju pulau peucang dengan menggunakan dua Perahu Kapal. Perjalanan kesana kami tempuh kurang lebih tiga jam. Dalam perjalanan kami kebanyakan saling bercanda dan tidak lupa mengabadikan momen-momen saatg itu. Meskipun sempat pesimis dengan cuaca diperjalanan karena sempat hujan deras, tapi begitu kami tiba di Pulau Peucang sekitar pukul 12 siang, hujanpun reda dan cuaca kembali cerah. Keindahan pulau ini menyambut kedatangan kami, garis pantai yang putih dan bersih beserta deretan pepohonan hijau di Pulau itu menyambut dengan hangat rombongan kami. Kami terlebih dahulu makan siang sebelum melanjutkan aktivitas di pulau indah ini.

Sebelum menikmati indahnya pantai di pulau peucang, saya dan beberapa teman menelusuri hutang lindung di pulau itu, hutan yang masih terjaga keasriannya dengan berbagai jenis pohon dan menjadi rumah bagi beberapa satwa seperti rusa, babi hutan, kancil, dan beberapa jenis burung. Salah satu icon hutan itu adalah sebuah pohon raksasa yang katanya tadinya hanya berupa tumbuhan parasit yang kemudian mematikan pohon induknya dan tumbuh semakin besar. Setelah puas menghirup udara segar di dalam hutan saya kembali kepantai dan bersiap untuk snorkeling. Tapi sayangnya saat itu saya sedang kurang fit sehingga tidak bisa menikmati spot snorkeling yang katanya luar biasa indahnya.

Sekitar pukul 03 sore, kami kembali menuju ke Ujung Kulon. Dalam perjalanan kami tidak menyia-nyiakan pemandangan sunset dengan mengambil beberapa gambar. Hamparan pemandangan lagit sore dari atas kapal yang membawa kami saat itu sangat menawan, seolah menggambarkan suasana hati kami yang dipenuhi kegembiraan akan pengalaman yang kami dapat selama dua hari terakhir. Kebersamaan dan rasa senasib ketika jauh dari rumahlah yang membuat kami makin akrab, meskipun baru bertemu dan belum sepenuhnya saling mengenal, tapi dalam hati terdapat sedikit rasa sedih karena sebentar lagi kami akan berpisah.

Jam 06 lewat kami tiba di Ujung Kulon dan langsung menuju ke Jakarta. Rasa haru menghampiri kami ketika saling berpamitan. Saya dan K’Abel beserta tiga teman yang stay tangerang meninggalkan Ujung Kulon menggunakan mobil yang kami rental. Dalam perjalanan kami tetap bercanda, meskipun dalam hati belum sepenuhnya puas dengan apa yang kami lakukan dua hari terakhir. Tapi suatu saat, dengan bakat dan hobby travelling yang kita punya, kita akan kembali bertemu didestinasi travelling lainnya. Kalian luar biasa teman-teman.

Special thanks buat K’Jimmy (Founder @1000_guru) semoga semangatmu tertular pada kami untuk terus berbagi dan peduli terhadap anak-anak di pelosok negeri ini, K’Abel yang rela menjemput dan berangkat tidak barengan dengan tim karena menunggu saya yang ketinggalan pesawat, special thanks also to K’Icut, K’Arfi, K’Syalsa,  K’Sinta, dan K’Shinta atas kesan pertama perkenalan yang luar biasa. Dan semua peserta TnT kali ini K’Adit, K’Ardy, K’Nessa, K’Herlian, K’Hana, K’Thayoon, K’Aga, K’Icha,K’Vita, K’Abud, dan Semua pokoknya. See You Again …!!!

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *